Home » 6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial

6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial

6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial - Klik Interior

6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial

Apa itu Bangunan Komersial ?

Bangunan komersial adalah bangunan di mana setidaknya 70 persen dari luas lantainya digunakan untuk kegiatan komersial, seperti ritel, penyediaan layanan, atau layanan makanan (restoran dan sejenisnya).

Macam-macam Bangunan Komersial

Bangunan Komersial biasanya disesuaikan dengan besar atau kecil dan jenis usaha yang dijalankan. Berdasarkan jenis usaha, berikut ini adalah beberapa bangunan komersial yang biasa kita jumpai di lingkungan sekitar kita :

  • Bangunan ritel.
    Adalah bangunan komersial sederhana yang biasa kita jumpai untuk usaha kecil dan menengah. Umumnya bangunan dengan jenis usaha ini bisa berupa Ruko (Rumah Toko) atau beberapa sudut rumah yang sengaja dibangun untuk aktivitas jual-beli.
  • Pasar Swalayan.
    Jenis usaha ini bukanlah hal yang baru bagi kita. Bangunan ini juga dikenal dengan Supermarket yang memiliki fasilitas swalayan dimana pembeli dapat mengambil dan mengumpulkan kebutuhan mereka secara langsung sebelum pada akhirnya melakukan pembayaran di Kasir.
  • Pertokoan.
    Jenis bangunan untuk usaha ini biasanya memiliki luas lebih besar dibanding usaha ritel. Untuk menjalankan usahanya, dibutuhkan satu tempat khusus yang fungsinya sebagai gerai atau showroom dalam mendisplay produk yang ditawarkan.
  • Pusat Perbelanjaan.
    Konsep usaha jenis ini biasanya ditawarkan dalam dua varian, yakni tradisional dan modern. Pada jenis usaha tradisional biasanya tempat dan bentuk gedung ditawarkan dengan sederhana, bahkan secara swadaya pemilik usaha membangun sendiri lapak dagangan atau usaha mereka.

    Sementara dalam bentuk modern, pusat perbelanjaan dibangun dalam satu gedung dengan ukuran yang luas. Di dalamnya biasanya menampung banyak pengusaha dalam menjalankan aktivitas perniagaan, jenis usaha ini biasa kita kenal dengan istilah mall.
  • Gedung Perkantoran.
    Termasuk salah satu bangunan komersial karena menjalankan aktivitas perniagaan. Dalam kebutuhannya, bangunan pada jenis aktivitas perniagaan ini dibangun sangat luas karena terdapat beberapa pemilik perusahaan di dalamnya.

Baca juga : Elemen Bangunan Interior

Berikut ini adalah 6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial :

  1. Ketahui Peraturan Industri

Anda perlu mengetahui praktik terbaik DAN peraturan khusus yang relevan dengan industri yang Anda rancang. Ini penting pada setiap fase proyek, mulai dari konsultasi dengan klien hingga penyelesaian desain. Persyaratan sangat bervariasi tergantung pada tujuan komersial bangunan (misalnya, persiapan makanan, hiburan, dll.) dan akan mempengaruhi bagaimana ruang itu menyatu.

  1. Desain untuk Fleksibilitas

Pastikan bahwa ruang dapat diperbarui atau dikonfigurasi ulang tanpa terlalu banyak kerumitan. Ini sangat penting jika ruang akan memiliki banyak tujuan. Anda dapat mencapai fleksibilitas maksimum dalam desain komersial dengan mengurangi jumlah perlengkapan tidak bergerak, memungkinkan penambahan furnitur atau perubahan warna cat dengan mudah. Memilih atau merekomendasikan furnitur yang modular juga dapat meningkatkan keserbagunaan ruang.

Baca juga : Psikologi Warna dalam Desain Interior

  1. Buat Ruang

Ruang terbuka akan membantu pergerakan lalu lintas, yang dapat dikontrol dan dipandu berdasarkan tata letak ruangan. Meskipun ada peraturan tentang pintu masuk dan keluar, bagian lain dari desain bangunan akan terserah Anda untuk memecahkannya.

  1. Memasukkan Branding

Interior dan eksterior bangunan komersial biasanya memiliki setidaknya beberapa elemen branding yang mencerminkan kepribadian bisnis. Pastikan Anda mengetahui cara menggabungkan fitur branding bisnis jika diperlukan (seperti warna, papan nama, logo, dll.). Memahami merek kemungkinan akan memengaruhi pilihan gaya tingkat tinggi Anda.

  1. Ambil Langkah Proyek Kecil

Bergerak dengan cerdas bukan berarti bergerak lambat. Tangani proyek komersial secara bertahap, memastikan bahwa pemangku kepentingan dikonsultasikan di setiap langkah. Banyak klien akan meminta atau lebih suka Anda menggunakan proses dan template manajemen proyek yang efektif untuk memastikan bahwa pemeriksaan yang tepat diterapkan sebelum melanjutkan ke fase berikutnya.

  1. Jangan Lupakan Faktor Manusia

Meskipun ini mungkin terdengar jelas, kami mengakhiri bagian ini tentang tip desain interior komersial dengan pengingat sederhana bahwa bahkan ruang perusahaan pun akan digunakan oleh manusia. Ini berarti Anda harus mempertimbangkan secara mendalam cara menambahkan hal-hal seperti tempat duduk yang dapat diakses, stop kontak, toilet umum, rak mantel, dll.

Ruang komersial masih bisa mengundang dan ramah tanpa merasa nyaman atau membiarkan orang berkeliaran selama berjam-jam. Sebagai contoh, hotel sering kali memiliki tempat untuk para tamu duduk sambil menunggu untuk check-in atau bersama-sama dengan orang lain sebelum keluar untuk berkeliling. Tempat duduknya mungkin agak industrial (kain anti air), tetapi menawarkan tempat yang dibutuhkan para tamu untuk beristirahat saat tidak berada di kamar mereka.

Demikianlah informasi tentang 6 Aturan Dasar Desain Interior Bangunan Komersial yang perlu kita ketahui. Untuk melihat informasi dan tips lainnya, silahkan kunjungi halaman ini : Info & Tips.