Home » 6 Prinsip dan Karakteristik Gaya Desain Skandinavia

6 Prinsip dan Karakteristik Gaya Desain Skandinavia

6 Prinsip dan Karakteristik Gaya Desain Skandinavia - klik interior

6 Prinsip dan Karakteristik Gaya Desain Skandinavia

01 prinsip dan karakteristik gaya desain skandinavia - klik interior

Image by Jason Thompson

Gaya Desain Skandinavia | Desain Skandinavia adalah salah satu gaya desain interior yang paling popular dan banyak digemari. Disukai karena kesederhanaan dan tampilannya yang bersih dan alami, gaya desain interior ini menawarkan keanggunan dalam kesederhanaannya. Unik bukan?

Desain Skandinavia tumbuh dari permintaan akan fungsionalitas, di mana iklim musim dingin yang keras di Eropa Utara mendorong mereka yang tinggal di daerah ini untuk lebih menghargai fungsi dan efisiensi daripada ornament dekorasi maupun kemewahan.

Penggunaan dan pemilihan furnitur tidak semata-mata demi estetika. Kepraktisan dan kesederhanaan menjadi inti dari gaya Skandinavia untuk memaksimalkan penggunaan ruangan sehingga memungkinkan cahaya dan udara untuk bergerak bebas di sekitar ruangan.

Apa itu Skandinavia ?

02 peta skandinavia - negara-negara nordik - klik interior

Image by goseelive.com

Skandinavia adalah semenanjung di bagian utara Eropa. Skandinavia mencakup negara-negara seperti Denmark, Norwegia, Finlandia, Greenland, Islandia, Svalbard, dan juga Swedia. Negara-negara tersebut juga dikenal dengan sebutan negara-negara Nordik.

Bagaimana sejarah gaya desain Skandinavia ?

Terkenal dengan iklim yang cukup ekstrim, wilayah Skandinavia memiliki iklim yang dingin bersalju dengan jangka waktu yang panjang.

Pada saat pertengahan musim panas, siang hari bisa berlangsung 24 jam lamanya. Sebaliknya, pada saat memasuki akhir tahun, malam hari dapat berlangsung sepanjang hari.

Mereka melawan suhu yang dingin dengan memaksimalkan bukaan ruang untuk memantulkan cahaya sebanyak mungkin. Di waktu-waktu seperti ini, keluarga menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, di mana mereka saling melimpahkan energi positif untuk menciptakan suasana yang nyaman.

Desain Nordik telah ada jauh sebelum dikenal secara global. Ini mungkin berkembang pada tahun 1915 ketika sebuah perusahaan Denmark untuk seni dekoratif meluncurkan majalah “Skønvirke”, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai “Graceful Work”, untuk mempromosikan kerajinan lokal.

Pada tahun 1930-an, seniman termasuk Alvar Aalto, Borge Mogensen, Verner Panton, dan Maija Isola berkumpul dalam apa yang kemudian disebut “Zaman Keemasan desain Skandinavia”. Mereka membuka jalan mendefinisikan apa yang menjadi ikon desain Nordik, yaitu Kesederhanaan dan fungsionalitas.

Pada tahun 1950-an, konsep arsitektur Skandinavia pun mulai diperkenalkan di berbagai pameran-pameran desain. Salah satunya di ekshibisi Design in Scandinavia yang diselenggarakan oleh Museum Brooklyn pada tahun 1954.

Pameran-pameran yang berlangsung di Amerika dan Kanada ini menyebabkan terciptanya “Scandinavian Style” atau gaya desain Scandinavia yang menjadi terkenal secara global dan telah memengaruhi perkembangan desain arsitektur dan interior di Amerika Utara dan Eropa.

Prinsip dan karakter gaya desain Skandinavia

Ruangan yang dirancang dengan gaya Skandinavia menawarkan perpaduan tekstur, kontras, dan warna lembut untuk menciptakan nuansa modern yang sederhana. Prinsip Gaya Skandinavia ini juga menekankan filosofi hygge, yang berarti menciptakan perasaan nyaman dan seimbang di suatu ruang.

Untuk mencapai keseimbangan antara fungsionalitas, modernisme, dan kenyamanan, desain Skandinavia memiliki beberapa prinsip dan karakteristik, enam di antaranya diuraikan di bawah ini.​

03 dominasi warna netral - desain skandinavia klik interior

Image by Baby Neko

1. Dominasi Warna Netral

Gaya desain Skandinavia didominasi warna netral seperti putih, abu-abu, dan krem. Karena musim dingin yang panjang dan gelap di negara-negara Nordic, warna cerah dipakai untuk menjadikan ruangan terasa lebih luas, lapang, dan cerah.

04 pencahayaan yang alami - desain skandinavia klik interior

Image by Chellekaren

2. Pencahayaan Alami yang maksimal

Pencahayaan alami digunakan untuk membuat ruangan terasa lebih besar dan cerah. Bukaan yang besar menjadi salah satu ciri dari gaya desain Skandinavia untuk memaksimalkan cahaya alami agar masuk ke dalam ruangan.

Cahaya alami juga membantu menghangatkan ruangan karena cuaca alami yang dingin.

03 dominasi warna netral - desain skandinavia klik interior

Image by The Urbanist Lab

3. Gaya Furniture yang Sederhana dan Modern

Furniture pada gaya desain Scandinavia tampil sederhana, minim detail, tapi punya nilai estetika yang khas. desain furniture pada gaya Scandinavia mengedepankan fungsi, tahan lama, dan menampilkan kesan natural.

Furnitur berornamen dan garis lengkung biasanya bukan sesuatu yang akan anda lihat dalam desain Skandinavia.

06 tata ruang yang efisien - desain skandinavia klik interior

Image by DEER Design

4. Tata Ruang Yang Efisien

Dekorasi Skandinavia mengikuti mantra desain “less is more”. Pada tahun 1950-an dan 60-an, rumah Skandinavia secara tradisional berukuran kecil, sehingga tidak memungkinkan adanya barang dekoratif dan aksen dalam jumlah besar.

Penggunaan dan jumlah furniture juga diatur dengan efisien untuk mendapatkan rasa nyaman yang maksimal dan bisa memberikan keleluasaan ruang gerak bagi penghuni. Dengan demikian, desainer cenderung menghindari ornament dekoratif atau detail yang berlebihan. Gudang juga jadi bagian yang diperhatikan dengan baik.

Baca juga : Tips menata rumah kecil agar terlihat lebih luas

07 penggunaan aksen kayu - desain skandinavia klikinterior

Image by Thanos Pal

5. Penggunaan Aksen Kayu

Kayu sering kali dimasukkan ke dalam desain ruang. Elemen kayu biasanya diaplikasikan pada bagian dinding, lantai, langit-langit, maupun furniture.

Sesuai dengan konsep terang dan cerah dari desain Skandinavia, kayu yang cerah seperti beech, ash, dan pinus biasanya paling banyak digunakan.

08 tanaman hijau - desain skandinavia klik interior

Image by Gesca Mutiara

6. Tanaman hijau

Tanaman, bunga, dan tumbuhan lainnya digunakan untuk mencerahkan ruang dan menghidupkan ruangan. Elemen tanaman ini memberi sentuhan aksen warna yang cocok untuk konsep minimalis namun alami dari gaya desain Skandinavia.

Meski berbeda, gaya desain Scandinavia memiliki semangat yang sama dengan gaya minimalis. Sama-sama mengusung penampilan yang minimalistik, dan minim ornamen dekorasi yang hanya memiliki fungsi visual.

Baca juga : Tanaman dalam ruangan

Gaya Skandinavia juga adalah salah satu gaya desain yang sustainable alias berkelanjutan. Dari kemunculannya hingga saat ini, desain ini tetap diminati di seluruh dunia.

Jika Anda menyukai kesederhanaan dan fungsionalitas, gaya Skandinavia ini cocok untuk anda.
(EG)