6 Prinsip Desain Berkelanjutan

6 Prinsip Desain Berkelanjutan - klik interior

6 Prinsip Desain Berkelanjutan

Prinsip Desain Berkelanjutan | Sustainable Design, kadang disebut dengan Green Design dan Eco Design yang di Indonesia dikenal sebagai Desain berkelanjutan semakin populer di berbagai negara sejalan dengan semakin rusaknya lingkungan ekologi Bumi. 

Manusia adalah salah satu bagian dari lingkungan. Namun, manusia justru kerap kali “merusak” lingkungan dengan cara menggunakan ataupun memanfaatan lingkungan dengan cara-cara yang tidak beranggung jawab. Bahkan, sering kali manusia mengeksploitasi lingkungan dengan melakukan begitu banyak proses pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan alam. Hal ini akhirnya menimbulkan berbagai macam kerusakan alam seperti perubahan iklim, banjir, naiknya permukaan air laut, dan lain sebagainya.

Masyarakat semakin sadar akan pentingnya prinsip berkelanjutan dalam berbagai bidang dari produk sehari-hari, pembangunan, termasuk juga bahwa desain memegang peranan yang sangat penting baik arsitektur juga desain interior untuk menciptakan suatu karya yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Desainer interior memiliki dampak yang luar biasa terhadap keberlanjutan suatu lingkungan karena merekalah yang menentukan bahan dan produk mana yang akan digunakan dan bagaimana orang secara ekologis dapat berinteraksi dengan ruang sekitarnya.

Dengan mengikuti prinsip desain interior berkelanjutan ini, desainer dapat turut mengurangi dampak negatif lingkungan dari masyarakat kita dan membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

Berikut beberapa prinsip yang dapat kita terapkan dalam rangka menciptakan Sustainable Design atau Desain Keberlanjutan.

  1. Efisiensikan Penggunaan Ruang. 

Ruang interior yang digunakan secara efisien dapat menjaga ukuran sebuah bangunan yang otomatis mengurangi penggunaan bahan konstruksi dan sumber daya lainnya. Ini termasuk prinsip yang kurang populer bagi sebagian orang, tetapi sudah mulai banyak yang menerapkan prinsip ini dengan mengutamakan efiensi ruang.

Contoh ekstrim adalah pada mereka yang menggunakan konsep ‘Tiny House’ dimana mereka mengurangi kebutuhan ruang dengan drastis.

Sedikit berbeda sebenarnya, tetapi pembangunan perumahan mikro dan mini town house yang merupakan solusi di kota-kota dengan populasi yang tumbuh dengan cepat juga termasuk dalam pembangunan yang memikirkan efisiensi ruang sebagai dasar desainnya.

01 Efisiensikan Penggunaan Ruang - klik interior - Prinsip Desain Berkelanjutan
Image by sumcoco
  1. Efisiensikan Penggunaan Energi

Konsumsi energi merupakan salah satu penyumbang utama perubahan iklim. Bangunan bertanggung jawab atas sebagian besar emisi gas rumah kaca dunia, yang disebabkan oleh konsumsi energi dalam penggunaan sehari-hari.

Arsitek dan desainer interior dapat melakukan banyak hal untuk meningkatkan efisiensi energi bangunan, terutama dengan mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk pendingin dan pemanas ruangan, penerangan, peralatan elektronik, dan lain sebagainya.

Pengaturan suhu dan pencahayaan adalah dua faktor terpenting yang mempengaruhi konsumsi energi. Karena sebagian besar hawa ac gedung keluar melalui jendela, jendela yang dipasang harus berkualitas tinggi dan menyediakan insulasi yang baik.

Tirai dan gorden juga berperan penting untuk menjaga udara dingin keluar dan panas matahari masuk. Tirai dan blinds memungkinkan penghuni untuk mengontrol suhu gedung dengan membuka dan menutupnya sesuai kebutuhan sehingga lebih hemat energi.

Dalam hal pencahayaan, untuk menghemat energi yang utama adalah menggunakan sumber pencahayaan yang hemat listrik, juga bisa dengan cara memaksimalkan pencahayaan alami.

Pemilihan warna juga punya pengaruh dalam penghematan energi. Warna yang lebih terang memantulkan lebih banyak cahaya, sementara ruangan dengan dinding dan perabotan yang lebih gelap membutuhkan lebih banyak pencahayaan buatan. Menggunakan permukaan yang reflektif juga dapat meningkatkan jumlah cahaya di ruangan. 

Memasang otomatisasi rumah yang dapat mengatur jam beroperasinya lampu dan peralatan juga membantu penghuni untuk menghemat dengan memastikan peralatan tidak beroperasi saat tidak dibutuhkan.

02 Efisiensikan Penggunaan Energi - klik interior
Image by JC Lich
  1. Kurangi Penggunaan Limbah

Desainer interior memiliki pengaruh besar dalam hal pengurangan limbah. Sumber daya planet ini terbatas, sehingga mentalitas untuk mudah membuang produk dan menggantinya dengan produk yang sedang trendi tidak dapat dibenarkan.

Untungnya, dunia desain menjadi semakin sadar dan semakin tertarik dengan tren desain berkelanjutan, seperti daur ulang dan penggunaan ulang. Alih-alih membuang objek lama saat masih berfungsi, desainer perlu berusaha menemukan cara-cara kreatif untuk memberi mereka kehidupan baru.

Desainer interior dapat membantu mengurangi penipisan sumber daya alam dengan memilih bahan sintetis yang terbuat dari limbah daur ulang atau dapat diperbarui  hingga akhir siklus hidupnya.

03 Kurangi Penggunaan Limbah - klik interior - Prinsip Desain Berkelanjutan
Image by a spicy boy
  1. Perhatikan Durabilitas dan Fleksibilitas

Untuk mencegah material dan produk terbuang terlalu sering, desainer interior harus mempertimbangkan umur dari material yang mereka rencanakan untuk digunakan terutama untuk elemen yang mengalami banyak keausan seperti lantai.

Cara terbaik untuk mencapai desain yang tahan lama dan tak lekang oleh waktu dan menekan keinginan untuk cepat mengubah desain setiap beberapa tahun adalah dengan memilih kualitas yang baik daripada hanya harga yang murah, dan fungsi daripada sekedar dekorasi.

Namun tidak dapat dihindari jika orang tumbuh dan berubah, dan sejalan dengan waktu mereka ingin ruang di sekitarnya tumbuh bersama mereka . Untuk mengantisipasi hal itu, desainer interior harus mempertimbangkan fleksibilitas ruang agar sesuai dengan perubahan kebutuhan penggunanya.

Merancang ruang fleksibel adalah salah satu kunci desain dengan umur panjang. Jika anda dapat dengan mudah mengganti atau menyesuaikan sebagian elemen di sebuah ruangan, anda tidak perlu menghancurkan dan merenovasi keseluruhan ruangan.

04 Perhatikan Durabilitas dan Fleksibilitas - klik interior
Image by qanvast
  1. Ciptakan Lingkungan Yang Sehat

Orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan seperti di kantor, sekolah, di rumah, dll. Mempertimbangkan kesehatan lingkungan harus menjadi salah satu prioritas teratas dari daftar prioritas desainer interior.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mencoba mendesain ruang yang sehat, seperti kualitas udara, aliran udara, pencahayaan, dan juga system akustik untuk mengontrol polusi suara.

Menurut US Environmental Protection Agency, polusi udara dalam ruangan adalah salah satu dari lima ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat. Polusi udara dalam ruangan adalah hasil dari produk dan bahan dengan tingkat emisi racun yang tinggi. Misalnya, furnitur atau peralatan yang dirawat dengan bahan kimia berbahaya melepaskan racun berbahaya di udara. Desainer harus mencari bahan dengan emisi VOC yang rendah (senyawa organik yang mudah menguap).

Untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, penting agar udara di dalam ruangan dapat bersirkulasi secara teratur dan tetap segar. Tumbuhan bertindak sebagai filter udara alami. Dan bertentangan dengan kepercayaan umum,  begitu pula karpet. Karpet meningkatkan kualitas udara dengan menjebak partikel debu dari udara dan menahannya hingga disedot.

Dengan pembersihan karpet yang teratur, lingkungan ruangan tetap sehat dan bebas dari kuman dan alergen yang terkandung dalam partikel debu.

Paparan cahaya alami adalah aspek lain yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis. Ini sangat relevan untuk tempat kerja karena cahaya alami mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas. 

05 Ciptakan Lingkungan Yang Sehat - klik interior
Image by bannerdaysf
  1. Gunakan Bahan Yang Memiliki Prinsip Berkelanjutan

Sumber daya alam perlu diperlakukan secara bertanggung jawab. Pilih bahan yang dapat diperbarui dengan cepat (seperti bambu yang tumbuh cepat), dan diekstraksi dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Misalnya, gunakan produk kayu dari produsen yang memiliki sertifikasi bahwa kayu yang digunakan dalam produk tersebut ditebang memang dari hutan yang memiliki ijin untuk ditebang dan ditanam secara berkelanjutan, bukan dari penebangan liar.

Di Indonesia ada Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) yang merupakan surat keterangan yang diberikan kepada pemegang izin atau pemilik hutan hak yang menyatakan bahwa pemegang izin atau pemilik hutan hak telah mengikuti standard legalitas kayu (legal compliance) dalam memperoleh hasil hutan kayu (Permenhut  No. P.38/Menhut-II/2009 Pasal 1 Ayat 12).
(EG)

06 Gunakan Bahan Yang Memiliki Prinsip Berkelanjutan - klik interior
Image by greeners.co

Untuk informasi & tips lainnya dari Klik Interior, silahkan kunjungi halaman ini : Info & Tips