8 Elemen Gaya Desain Industrial

8 elemen gaya desain industrial - industrial interior design - klik interior

8 Elemen Gaya Desain Industrial

Gaya desain industrial | Apa itu gaya industrial ? Gaya industrial adalah suatu gaya dalam desain interior yang mengambil inspirasi dari pabrik tua, gudang, dan bengkel dan diterapkan dalam desain rumah tinggal, kantor maupun ruang komersial seperti toko dan cafe.

8 elemen gaya desain industrial - klik interior

Image by American Lampster

Tampilan ini berasal dari pabrik-pabrik besar pada abad ke-19 yang ditinggalkan dan akhirnya direnovasi menjadi fungsi lain. Hal ini menjadi surga bagi seniman, arsitek, dan profesional kreatif lainnya karena mereka dapat bereksplorasi dengan elemen-elemen industrial yang ternyata menarik dan punya keunikan tersendiri dalam desain interior.

Estetika ini menjadi populer di akhir tahun 2000-an dan tetap populer sampai saat ini. Gaya desain industrial ini juga sangat cocok untuk dikombinasikan dengan gaya minimalis maupun vintage.

Berikut ini adalah 8 Elemen Gaya Desain Industrial

1. BETON

beton ekspos - klik interior

Image by Freshome

Beton banyak digunakan di pabrik dan bengkel untuk lantai dan kolom atau dinding struktural. Karena kekuatan dan daya tahannya, bahan ini banyak dipakai di pabrik industri abad ke-19.

Pada gaya desain industrial banyak digunakan lantai beton yang terekspos tanpa dilapisi finishing sehingga warna beton terlihat jelas. Bisa juga menggunakan tiruan seperti keramik atau vinyl motif beton. Selain pada lantai, motif beton juga banyak digunakan sebagai elemen dinding dan furniture.

Saat ini produk cat dan wallpaper juga dapat membantu meniru tampilan motif beton.

2. BESI dan BAJA

besi dan baja - klik interior

Futurist Architecture

Pabrik, gudang, dan bengkel banyak menggunakan kolom, balok, dan rangka baja. Sebagai bangunan yang mementingkan sisi fungsional dan efisiensi, hanya ada sedikit alasan untuk menutupi elemen struktural ini.

Apabila rumah atau bangunan anda menggunakan struktur baja, silakan mempertontonkan rangka anda dengan bangga. Gunakan elemen ‘logam berat’ untuk memberi sentuhan industri.

Pilih logam “dingin” (bukan emas atau kuningan) yang memiliki sentuhan akhir matte. Gaya desain industrial bukan tentang kilau yang indah, tetapi garis yang bersih dan terlihat kokoh.

3. KAYU TUA

kayu tua - klik interior

Image by Rocky Hedge Farm

Kayu di lantai dan perabotan pabrik tua mengalami keausan serius karena lingkungannya yang kasar. Banyak bercak pada kayu yang menambahkan kehangatan dan rasa nostalgia.

Kunjungi tempat penjualan barang bekas dan pasar loak untuk mendapatkan potongan-potongan kayu tua dari kejayaan pabrik sebelumnya. Papan lama bagus untuk dinding, plafon atau lantai. Kusen jendela serta pintu lama juga bisa menjadi hiasan dinding, meja, atau ornamen dekorasi lainnya.

Dalam hal ini pilihlah kayu yang masih kuat dan belum rusak oleh rayap. Bersihkan dan berikan coating yang cocok supaya kayu bisa awet dan tidak mengganggu kesehatan penggunanya.

Anda juga dapat mendapatkan kesan kayu lapuk dari pelapis seperti HPL, vinyl, dll yang memiliki corak kayu lapuk. Mungkin kurang alami, tetapi lebih mudah dalam perawatan dan pengerjaan, juga lebih bersih.

4. BATA EKSPOS

bata ekspos - klik interior

Image by TheUnstitchd

Batu bata tanah liat yang dibakar telah digunakan sebagai bahan bangunan selama ratusan tahun di Eropa dan Amerika. Elemen struktural ini dikenal dengan daya tahan dan umur panjang, sehingga menghiasi banyak pabrik-pabrik pada abad ke-19.

Sampai saat ini batu bata tanah liat masih bisa digunakan sebagai elemen struktur, terutama pada rumah tinggal atau bangunan yang berdiri sendiri. Ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nuansa industrial.

Tetapi untuk ruang seperti unit apartemen, ruko, mal yang dindingnya rata-rata terbuat dari bata ringan atau drywall seperti gypsum, anda dapat menggunakan bata ekspos yang tipis dan hanya berfungsi untuk mendapatkan tampilan bata.

Apabila ada pertimbangan dari segi budget, dapat juga menggunakan wallpaper dengan motif bata.

5. JALUR UTILITAS OUTBOW

jalur utilitas outbow - gaya industrial - klik interior

Image by Katsumi Hirabayashi

Sistem AC, kelistrikan dan pipa air sering dibiarkan terbuka di pabrik-pabrik industri lama. Karena ruangnya murni dibuat untuk fungsional, elemen elektrikal dan mekanikal bangunan tidak perlu disembunyikan dengan plafon atau ditanam dalam dinding.

Biarkan pipa listrik dan pipa air untuk terlihat dengan sistem outbow. Biarkan sambungan pipa air, ducting ac, conduit, valve, dan komponen ME lainnya untuk menjadi elemen hias dalam gaya desain ini.

Untuk hal ini anda perlu membuat jalur dengan rapi dan dengan bahan yang baik pula untuk menambah nilai visual.

Sering pula terlihat komponen ME seperti pipa dipakai bukan untuk utilitas melainkan sebagai bagian dari furniture seperti kaki meja atau pegangan ambalan.

6. PENCAHAYAAN

pencahayaan gaya desain industrial - klik interior

The Home Depot

Pada pabrik-pabrik tua banyak dipakai kap-kap lampu gantung dari aluminium, juga sangkar lampu dari besi.

Gunakan jenis kap lampu yang memiliki ciri industrial. Saat ini banyak produsen lampu yang memiliki kap-kap industri dengan ukuran yang sudah disesuaikan dengan desain interior gaya industrial.

Pada gaya desain industrial ini seringkali juga dijumpai bohlam-bohlam yang tergantung dengan bebas. Jenis bohlam elemen seperti lampu edison juga cocok untuk dipergunakan dalam gaya ini.

7. ALAT INDUSTRI BEKAS

alat industri bekas - gaya desain industrial - klik interior

Image by IDLights

Roda gigi (gear set berbagai ukuran), perangkat mekanis, katup, dan perangkat keras yang sudah tidak terpakai tentunya dapat menjadi kombinasi yang luar biasa kreatif. Konstruksinya yang kokoh dapat memberikan kesan industrial yang kuat.

Kombinasikan barang barang bekas industri tersebut menjadi furniture yang memiliki fungsi baru. Bermainlah dan bereksperimenlah dalam menggunakan bahan-bahan yang ada menjadi karya seni yang unik dan menarik.

Baca juga : Elemen bangunan interior

8. WARNA DASAR DINGIN

warna dasar dingin - gaya desain industrial - klik interior

Image by Styleandform.design

Ketika berbicara tentang skema warna industri, jangan takut memasukkan warna dingin pada gaya desain industrial.

Perpaduan warna abu-abu dan netral banyak terlihat pada gaya desain ini. Warna-warna sederhana ini memungkinkan penggunaan furnitur dan aksesori lainnya untuk membantu menghidupkan ruangan.

Mulailah dengan latar belakang netral yang memiliki nuansa dingin, lalu tambahkan rona jenuh lainnya. Variasikan coraknya, beberapa terang, beberapa gelap, beberapa diantaranya untuk menjaga ruang agar tidak terasa membosankan.

Karena penggunaan material seperti beton dan logam, gaya industri biasanya memiliki tekstur bawaan untuk memecah palet monokromatik. Sentuhan warna lumut dan karat dan bisa jadi pertimbangan agar ruangan tidak terasa datar. Warna hangat juga bisa masuk melalui material bata atau kayu.

Baca juga : 6 Prinsip dan karakteristik gaya desain Skandinavia

Demikianlah 8 elemen gaya desain industrial yang dapat kita ketahui, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.
(EG)